Hello!
“JUDGEMENTAL”. You know about
judgemental? Or judge? Yes you know dan mungkin kalian juga pernah
melakukannya, yakan? Gue rasa iya karena namanya aja judge yang artinya
menilai, mengkritik, mengadili, dll. So, kenapa gue excite untuk ngebahas ini
untuk alasan yang pertama karena gue udah ngerasa gerah dengan
tindakan-tindakan orang di social media yang asal-asalan menilai/mengkritik
seseorang yang hanya dari covernya, ya seharusnya gak usah ditanggepin sih ya
orang mau melakukan apapun di social medianya atau mau melakukan apa pun ya itu
hak dia, tapi gregetan liatnya ya jadi lah gue ngetik kata-kata yang ada di
blog ini. Kadang lo suka ngerasa bingung ga sih liat kelakuan orang-orang di
socmed yang suka berblablabla and bla, kadang juga ada orang-orang yang gak ngerti apa sih
sebenernya yang lagi gue blablabla-in itu, tapi orang itu asal-asalan menilai
dengan keilmuan yang agak kurang dan mungkin aja dia gak tahu dasar yang dia
jadiin untuk bisa menilai orang itu. Hmm.. gini deh contohnya lo mau putusin
pacar lo, tapi lo gatau dasarnya, masuk akal ga? Trus lo tetep jadi putus ga?
Gue rasa ngga. Kenapa? Ya logika aja masa iya gak ada angin gak ada hujan
tiba-tiba minta putus mustahil kalau gak ada sebabnya pasti ada ya kalau gak
karena ada wanita idaman lain, atau mungkin sifatnya yang udah agak kurang
wajar atau apalah, sama aja kayak banjir. Banjir itu gak mungkin datang
tiba-tiba. Banjir itu pasti ada sebabnya ya mugkin sungainya meluap, kenapa
sungai meluap? Bisa aja kiriman dari Bogor yang udah sehari semalam hujan gak
berhenti-henti, ini dasar kenapa bisa terjadinya banjir. Jadi, jelas banjir itu
datang bukan karena tiba-tiba, tapi memang karena ada dasarnya begitu juga
dengan judge, ya lo boleh aja nilai orang ini itu segala macam, tapi jangan lah
sampai ngusik banget toh selama orang itu gak ngerugiin lo ya kenapa lo mesti
sibuk? Kayak yang gue lakuin saat ini, memang sih kalian tidak mengganggu CUMA
sedikit merusak pemandangan di dunia socmed gue (gampangnya gue gausah follow
kalian-kalian yang suka ngejudge, tapi pada kenyataannya tanpa di follow kalian
tetap masuk wilayah gue). Contoh lain itu Aurel, dengar kabar dari yang gue
liat banyak yang bilang doi operasi lah, suntik ini lah suntik itu lah terus
orang-orang pada sibuk bikin gambar di collage ngebandingin aurel yang dulu
dengan yang sekarang, trus ngomongin dia ini itu sampai dia sekarang jadi
cantik. Oh common guys! Buka pikiran kita semua, siapa sih cewek didunia ini
yang gak mau terlihat sempurna? Sekalipun kesempurnaan itu Cuma untuk dikonsumsi sendiri. Jangan jadi manusia yang sirik sama kelebihan/apa yang orang lain
lakuin. Terkadang ngejudge sama iri itu beda tipis men. Lo bayangin deh kalau
se-Indonesia Raya punya sifat judgemental yang lebih mendekati ke iri, wiiiih
ancur, Rek! gak ada damai-damainya nih Indonesia.
Contoh
lain ya karena tempo yang lalu lagi semarak PILPRES ya gue juga gak bisa bilang
secara mutlak ini judge atau apa cuma karena dari PILPRES ini kita tahu bahwa
mayoritas sifat/sikap masyarakat Indonesia rata-rata sama. Sama disini dalam
arti banyak bicara, sedikit informasi, bicara sering tanpa bukti, mudah
terpengaruh, emosi mudah melonjak, dst. Agree with me? Ya masalah setuju atau
ngga ya itu hak lo semua. Disini gue Cuma mau maparin gimana sih gak baiknya
jadi orang yang punya sifat judgemental, tapi kalau judgenya dipakai dalam hal
negatif. Ya gak masalah kalian mau segimana jugdenya Cuma coba dipikirin lagi
sama apa yang lo lakuin itu, jangan sampai deh apa yang lo lakuin terutama
ngejudge itu bikin orang muak temenan sama lo. Lagi pula judgemental itu bukan
sifat bawaan kok. Judgemental itu bawaan dari orang-orang disekitar lo, percaya
deh. Gini deh coba lo liat sekitar lo, terutama teman-teman sekumpulan lo itu,
end then lo nilai cara pergaulan lo itu sehat atau ngga. Seumpama gak sehat
coba lo analisis dari sisi mana gak sehat itu, dan minta pendapat temen sekitar
lo yang berada dari luar lingkar pertemanan lo sebenernya cara pertemanan lo
itu kayak gimana jangan sampai orang diluar lingkar pertemanan lo nganggap
bahwa pertemanan lo itu gak sehat dan lo beserta teman-teman lo itu nganggap
bahwa pertemanan yang kalian jalin itu yang terbaik. Hmm, mungkin sederhananya
gini seumpama lo punya geng (bukan geng motor ) geng lo itu suka banget atau
fanatik sama “RUMPI” atau bahasa alusnya “ngomongin orang” kebayang dong kalau
lo sekali aja gak ikut gabung di geng lo gimana?. Kenapa sih ngambil contohnya
geng yang punya hobi rumpi? Karena dari rumpi-rumpi yang ngalor ngidul tanpa
tujuan itu akan menghasilkan suatu judge. Percaya ga? Coba lo buktiin sendiri.
Jadi, pada intinya gue sih Cuma mau mengutarakan ke kalian yang baca postingan ini
supaya menghindarkan sikap jugde itu. Gak guna banget ngejugde ini itu yang
kebenarannya aja gak valid dan apalagi yang lo judge itu suatu yang pada
awalnya akan bernilai baik, tapi karena hasil judge yaaaa... you know lah
jadinya. Jadi, menurut gue kalau masih bisa mengunci mulut ya kenapa ngga,
kecuali kalau lo disuruh mengutarakan pendapat lo dari sisi kacamata
penglihatan lo, baru deh lo utarain. Beda loh disuruh ngasih pendapat dengan
asal judge, kalau disuruh ngasih pendapat kan diminta untuk menilai sesuatu
kalau judge gak ada yang minta, tapi menilai sendiri alias komentar sendiri. By
the way, sekian dulu postingan ini, kalau gak cocok bisa ngisi kolom komentar
kok! Have fun! J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar