Hello guys!
Sorry lagi nih buat kali ini gue
belum ngepost tentang postingan yang gue janjiin sebelumnya soalnya masih ada
di draft trus datanya juga belum komplit. Btw gue kali ini mau ngepost tentang “orang
kaya”. Kurang menarik sih, tapi mungkin kata ini pasti sering didengar kita
semua ya gak asing gitulah. Langsung di check yuk!!
Menurut kalian semua “orang kaya”
itu apasih? Sekedar punya uang yang banyak, atau mobil yang banyak, atau yang
selalu pakai emas macam toko emas berjalan, atau punya yang punya sawah
dimana-mana, atau orang kaya itu yang selalu pakai barang-barang branded, atau
mungkin orang kaya itu yang rumahnya
gedeeeeeeeeeee, atau apa pun pendeskripsiannya itu. Hmm.. Apapun itu BENAR
SEMUA, lagipula gue juga belum bisa
pasti memberikan definisi yang pas apa atau siapa itu orang kaya, tapi menurut
gue orang kaya itu bukan cuma sekedar dipandang dari harta yang dia punya, tapi
dari kekayaan hatinya juga. Kenapa? Gak nyambung? Ya kalo kasat mata sih gak
nyambung sama sekali, tapi coba ditelaah lagi pakai pikiran dan hati ada
nyambungnya atau ngga. PASTI ADA!.
Kita tarik sebuah contoh kecil
semisal ada orang kaya sebut saja orang itu si Fullan nah si Fullan ini lagi
ngendarain mobilnya (mobilnya mobil baru) dijalan raya, waktu dijalan raya
mobil yang dikendarain si Fullan tidak sengaja ditabrak oleh super taksi dengan
taksi yang dikendarainnya. Jadi, mobilnya si Fullan keserempet dan otomatis ya
mobilnya si Fullan ini rada cacat. Well, karena si fullan ngerasa dirinya orang
kaya dan mobilnya keserempet (apalagi mobilnya mobil baru) sama taksi merasa
tidak terimalah si Fullan dan kemudian si Fullan memberikan isyarat kepada si
supir taksi ini buat minggirinnya taksinya terjadilah adu mulut yang si
Fullannya minta gantilah ini lah itulah segala macam. Padahal ya mobilnya si
Fullan yang keserempet ini segaris rambut aja juga ngga ya ngga kelihata juga
kalo ga benar-benar jeli ngeliatnya, dan disini apakah kalian setuju dengan
sikap Fullan? Monggo dipikirin lagi.
Kalau ngikutin emosi ya yang
dilakuin si Fullan ya ga ada salahnya dan udah paling benar banget, tapi
dilihat dari label orang kaya yang melekat didiri Fullan yang dilakuin si
Fullan salah besar. Kenapa? Semua orang yang punya mobil udah bisa dipastikan
dia “mampu” atau kebutuhannya sudah benar-benar tercukupi, ya kan? Iyalah pasti!
Mobil itu kebutuhan tersier dan mungkin ada yang menjadikan mobil itu sebagai
kebutuhan primer atau sekunder. Ok kita lanjut lagi harusnya ya setau gue kalau
memang si Fullan itu benar orang kaya dia ngga mempermasalahkan mobilnya yang
kebaret itu atau kalau penyok sekalipun ya gajadi masalah. Kenapa? Jawabannya simple
karena Fullan orang kaya dia pasti gak akan memperpanjang masalahnya ya kalo cuma
sebatas “kena ya pak? Bapak ngantuk? oh iya pak lain kali hati-hati ya” ya gak
apa-apa. Fullan itu seharusnya tau dia sedang berhadapan dengan siapa,
kondisinya pada saat itu Fullan berhadapan dengan supir taksi yang mungkin
untuk supir taksi mendapatkan pelanggan dalam sehari itu sangat sulit karena
harus berebutan dangan supir taksi lainnya, supir taksi juga masih digaji orang
dan mungkin penghasilannya juga ga cukup untuk kehidupan keluarganya ditambah
lagi harus ganti rugi yang untuk mobil Fullan yang segaris rambut juga ga ada
kebaretnya. Ini yang benar harus kita pelajari orang kaya macam apa yang ada
disekitar kita. Benar orang kaya atau sekedar hanya untuk dibilang keren. Orang
kaya itu gak pernah pusing dengan yang terjadi selgi dapat diganti karena
memang dirinya kaya yang bahaya adalah ketika kaya hanya dijadikan untuk gelar
keren-kerenan seperti kasus Fullan. Model kasus Fullan ini termasuk kaya yang
hanya untuk dianggap orang kaya , tapi ketika menghadapi problem dia lebih
memilih untuk ambil pusing.
Jadi kalau punya teman yang orang
kaya coba diselidiki ya kepo dikit sama teman kan gapapa biar bisa ngasih rambu
ke dia biar gak cuma sekedar title aja apalagi yang cuma buat title
keren-kerenan. Hal ini gak beda jauh sama BBM loh, katanya “mampu”, tapi kok
pakainya BBM yang bersubsidi? Kalau jawabannya “kan kalo yang lain mahal”
ditimpalin aja “ya gausah gaya bawa mobil kalo beli bensin aja masih beli yang
bersubsidi, naik angkutan umum aja kan jadi bisa ngurangin macet dijalan juga”
setuju? Ini jujur gue nyindir buat yang ngerasa. Btw cukup sekian kalo
diperpanjang terlalu panjang hehe.
Sekian dan mohon maaf ya atas
kata-kata yang mengiris hati.