Jumat, 21 Maret 2014

ORANG KAYA

Hello guys!
Sorry lagi nih buat kali ini gue belum ngepost tentang postingan yang gue janjiin sebelumnya soalnya masih ada di draft trus datanya juga belum komplit. Btw gue kali ini mau ngepost tentang “orang kaya”. Kurang menarik sih, tapi mungkin kata ini pasti sering didengar kita semua ya gak asing gitulah. Langsung di check yuk!!

Menurut kalian semua “orang kaya” itu apasih? Sekedar punya uang yang banyak, atau mobil yang banyak, atau yang selalu pakai emas macam toko emas berjalan, atau punya yang punya sawah dimana-mana, atau orang kaya itu yang selalu pakai barang-barang branded, atau mungkin orang kaya itu yang  rumahnya gedeeeeeeeeeee, atau apa pun pendeskripsiannya itu. Hmm.. Apapun itu BENAR SEMUA, lagipula  gue juga belum bisa pasti memberikan definisi yang pas apa atau siapa itu orang kaya, tapi menurut gue orang kaya itu bukan cuma sekedar dipandang dari harta yang dia punya, tapi dari kekayaan hatinya juga. Kenapa? Gak nyambung? Ya kalo kasat mata sih gak nyambung sama sekali, tapi coba ditelaah lagi pakai pikiran dan hati ada nyambungnya atau ngga. PASTI ADA!.

Kita tarik sebuah contoh kecil semisal ada orang kaya sebut saja orang itu si Fullan nah si Fullan ini lagi ngendarain mobilnya (mobilnya mobil baru) dijalan raya, waktu dijalan raya mobil yang dikendarain si Fullan tidak sengaja ditabrak oleh super taksi dengan taksi yang dikendarainnya. Jadi, mobilnya si Fullan keserempet dan otomatis ya mobilnya si Fullan ini rada cacat. Well, karena si fullan ngerasa dirinya orang kaya dan mobilnya keserempet (apalagi mobilnya mobil baru) sama taksi merasa tidak terimalah si Fullan dan kemudian si Fullan memberikan isyarat kepada si supir taksi ini buat minggirinnya taksinya terjadilah adu mulut yang si Fullannya minta gantilah ini lah itulah segala macam. Padahal ya mobilnya si Fullan yang keserempet ini segaris rambut aja juga ngga ya ngga kelihata juga kalo ga benar-benar jeli ngeliatnya, dan disini apakah kalian setuju dengan sikap Fullan? Monggo dipikirin lagi.

Kalau ngikutin emosi ya yang dilakuin si Fullan ya ga ada salahnya dan udah paling benar banget, tapi dilihat dari label orang kaya yang melekat didiri Fullan yang dilakuin si Fullan salah besar. Kenapa? Semua orang yang punya mobil udah bisa dipastikan dia “mampu” atau kebutuhannya sudah benar-benar tercukupi, ya kan? Iyalah pasti! Mobil itu kebutuhan tersier dan mungkin ada yang menjadikan mobil itu sebagai kebutuhan primer atau sekunder. Ok kita lanjut lagi harusnya ya setau gue kalau memang si Fullan itu benar orang kaya dia ngga mempermasalahkan mobilnya yang kebaret itu atau kalau penyok sekalipun ya gajadi masalah. Kenapa? Jawabannya simple karena Fullan orang kaya dia pasti gak akan memperpanjang masalahnya ya kalo cuma sebatas “kena ya pak? Bapak ngantuk? oh iya pak lain kali hati-hati ya” ya gak apa-apa. Fullan itu seharusnya tau dia sedang berhadapan dengan siapa, kondisinya pada saat itu Fullan berhadapan dengan supir taksi yang mungkin untuk supir taksi mendapatkan pelanggan dalam sehari itu sangat sulit karena harus berebutan dangan supir taksi lainnya, supir taksi juga masih digaji orang dan mungkin penghasilannya juga ga cukup untuk kehidupan keluarganya ditambah lagi harus ganti rugi yang untuk mobil Fullan yang segaris rambut juga ga ada kebaretnya. Ini yang benar harus kita pelajari orang kaya macam apa yang ada disekitar kita. Benar orang kaya atau sekedar hanya untuk dibilang keren. Orang kaya itu gak pernah pusing dengan yang terjadi selgi dapat diganti karena memang dirinya kaya yang bahaya adalah ketika kaya hanya dijadikan untuk gelar keren-kerenan seperti kasus Fullan. Model kasus Fullan ini termasuk kaya yang hanya untuk dianggap orang kaya , tapi ketika menghadapi problem dia lebih memilih untuk ambil pusing.

Jadi kalau punya teman yang orang kaya coba diselidiki ya kepo dikit sama teman kan gapapa biar bisa ngasih rambu ke dia biar gak cuma sekedar title aja apalagi yang cuma buat title keren-kerenan. Hal ini gak beda jauh sama BBM loh, katanya “mampu”, tapi kok pakainya BBM yang bersubsidi? Kalau jawabannya “kan kalo yang lain mahal” ditimpalin aja “ya gausah gaya bawa mobil kalo beli bensin aja masih beli yang bersubsidi, naik angkutan umum aja kan jadi bisa ngurangin macet dijalan juga” setuju? Ini jujur gue nyindir buat yang ngerasa. Btw cukup sekian kalo diperpanjang terlalu panjang hehe.


Sekian dan mohon maaf ya atas kata-kata yang mengiris hati.

4 komentar:

  1. Nyindir mulu va ga auss? Wkwk

    BalasHapus
  2. Nice post.. Situasi digambarin dengan jelas, pesan yg disampaikan jg kena bgt.. Dan yg paling mantap, kritis bgt.. Kwkwk

    BalasHapus
  3. pipi: ga akan haus kalo nyindir orang kan sekalian buat instrospeksi diri gue pi haha.
    gregory : makasi ya makasi, blog lo juga isinya bagus wkwk.

    BalasHapus